Pengaruh Internet Terhadap Perkembangan Remaja
Pengaruh
internet terhadap perkembangan remaja dapat dilihat lewat empat parameter
yakni, perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan emosional, dan
perkembangan sosial.
·
Perkembangan
Fisik
Seorang
remaja pada masanya mengalami perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas
sensoris dan keterampilan motorik. Perubahan-perubahan itu merupakan peralihan
dari fisik anak-anak menuju fisik orang dewasa. Fisik seorang remaja bergerak
menuju kematangan. Tanda paling mencolok dari perkembangan fisik remaja adalah
perkembangan alat-alat genital, baik yang primer dan sekunder. Dalam hal ini
internet dapat merangsang pertumbuhan fisik remaja. Situs-situs vulgar, cybersex yang
berisi materi-materi yang berbahaya secara tidak langsung merangsang
pertumbuhan dan perkembangan seksualitas seorang remaja. Dalam hal ini peran
orang tua sangat penting untuk memberi pemahaman terhadap perkembangan
seksualitas remaja.
Meskipun
demikian, kecanduan internet juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan
fisik seorang remaja bahkan dapat mengganggu perkembngan fisiknya.
Dampak-dampak buruk itu antara lain; 1) Makan menjadi tidak teratur; 2) Tidur
menjadi tidak teratur; 3) Kelelahan fisik.
·
Perkembangan
Kognitif
Para
remaja sangat aktif membangun dunia kognitifnya. Mereka sudah mempunyai pola
pikir sendiri alam menanggapi masalah, memilah-milah dan mengorganisir ide-ide
dan menciptakan ide baru. Kemampuan remaja dalam belajar, memori, menalar,
berpikir dan bahasa sangat berkembang sehingga mereka dapat berpikir secara
abstrak atau tentang sesuatu yang abstrak. Remaja mampu berspekulasi. Mereka
mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangkan banyak
alternatif pemikiran yang lain sehingga seringkali mereka mengalami konflik
pemahaman.
Internet
dapat menjadi salah satu sarana remaja memperoleh informasi serta
jawaban-jawaban dari masalah yang dihadapi. Internet dapat memperluas wawasan
berpikir remaja. Akan tetapi, apabila seorang remaja kecanduan internet, ia
menjadi terikat pada internet. Internet lalu dijadikan satu-satunya sumber
kebenaran. Seorang remaja tidak lagi mampu membedakan hal-hal mana yang nyata
dan hal-hal mana yang maya. Baginya yang maya juga nyata. Remaja menjadi
kehilangan pola pikirnya sendiri. Pola pikirnya sangat dipengaruhi pola pikir
yang ada dalam internet.
·
Perkembangan
Emosional
Masa
remaja merupakan masa yang penuh gejolak bagi remaja. Ketegangan emosi meninggi
karena adanya perubahan fisik dan kelanjar, pencarian identitas diri, serta
konflik-konflik sosial. Selain itu, remaja sangat rentan terhadap pendapat
orang lain tentang dirinya. Remaja sangat memperhatikan dirinya sendiri. Dalam
diri remaja juga mulai timbul rasa cinta dan kasih sayang terhadap oranglain,
khususnya lawan jenis.
Internet
dapat membantu perkembangan emosi seorang remaja. Remaja dapat melampiaskan
segala perasaan yang ada dalam dirinya dengan berbagai cara seperti lewat situs
jejaring sosial,Facebook atau Twiter. Remaja dapat
menampilkan diri sesuai yang ia inginkan dalam internet. Akan tetapi,
kecanduan internet dapat mengganggu perkembangan emosi remaja. Kecanduan
internet dapat mengakibatkan gangguan mental seperti; 1) Online Intermittent
Explosive Disorder (OIED), gangguan kepribadian berupa emosi yang
meledak-ledak saat online; 2) Low Forum Frustration Tolerance (LFFT),
mencari-cari kepuasan segera atau penghindaran dari rasa sakit dengan segera;
3) Munchausen Syndrom, membuat kebohongan, menirukan, menambah
buruk suatu keadaan, atau mempengaruhi diri sendiri agar sakit dengan tujuan
diperlakukan seperti orang sakit; 4) Online Obsessive-Compulsive
Personality Disorder (OOCPD), gangguan kepribadian yang tergoda untuk
memaksa orang lain pada saat online khususnya masalah bahasa; 5) Low
Cyber Self-Esteem (LCSE) atau penghargaan terhadap diri sendiri yang
rendah; dan 6) Internet Asperger’s Syndrome, hilangnya semua aturan
sosial dan empati pada diri seseorang, disebabkan tanpa alasan selain hanya
secara kebetulan berhadapan dengan sebuah benda mati; berkomunikasi via papan
tombol dan monitor pada suatu waktu.
·
Perkembangan
Sosial
Pada
masa remaja, seorang remaja mulai melepaskan diri dari orang tua. Mereka mulai
menyesuaikan diri dengan lawan jenis. Kelompok teman sebaya sangat berpengaruh
dalam pergaulan remaja.
Internet
dapat membantu remaja dalam bersosialisasi. Internet memudahkan remaja menjalin
relasi dengan teman ataupun lawan jenis. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi
halangan dalam hal komunikasi. Akan tetapi, sebuah penelitian menggungkapkan
bahwa seorang remaja yang kecanduan internet cenderung mengalami penurunan
keinginan untuk berkomunikasi secara langsung, tatap muka, khususnya dengan
keluarga. Lebih dari itu, sebenarnya internet telah membatasi pergaulan seorang
remaja. Remaja yang kecanduan internet hanya bisa berelasi dengan mereka yang
juga mampu mengakses internet. Remaja lalu sangat selektif dalam memilih teman.
Relasi remaja yang sebenarnya sangat luas dipersempit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar